0

Wide Apart

wide apaaaaaart? yeaah, sepertinya emang cuma kata itu yang tepat untuk jadi background hidup gue akhir-akhir ini. mulai dari sahabat-sahabat gue, heartthrob gue, keluarga gue, temen lama gue dan semua orang yang selama ini care sama gue. entah karena lagi bulan puasa atau emang bener-bener wide apart. kalo lagi sedih rasanya udah ngga ada lagi orang yang bisa jd shoulder to cry on gue, gue ngga tau lagi mau nyari mereka kemana gue gatau lagi mau cerita ke siapa, yaaaa maklum toh mereka juga punya kehidupan mereka sendiri kaaaaan? paling ketemu seminggu sekali, itu juga kalo pada bisa biasanya mah pada sama pacarnya sendiri-sendiri sama kaya gue hahahaha gue juga ngga bisa selalu nuntut pacar gue untuk terus ada disamping gue laaaaah okaaaaaay fine dia pasti tau apa yang terjadi sama gue , tp dia juga punya sisi lain kehidupan dia, dia punya keluarga, dia punya temen yang harus dia jaga hubungan itu. begitu juga kalo gue lagi bahagia, bingung deh pengen berbagi kebahagiaan sama siapaaaaaaa? ngga ada yang bisa gue peluuuuuuk seerat dulu lagi. ini mungkin bisa jadi salah satu alasan kenapa gue bikin blog baru. well, i love you my baby blog.
0

A Piece of Cornelia Funke's Writing from Herr Der Diebe

Well, i just read it -not my first time-, this one is my favourite though it's not even one of the substances of the whole story.

Orang dewasa tidak ingat lagi, bagaimana rasanya,
menjadi anak-anak.

Walaupun mereka mengaku begitu.
Mereka tidak tahu lagi. Percayalah padaku.
Mereka sudah lupa semuanya.
Betapa dunia dahulu berkesan lebih besar bagi mereka.
Betapa repotnya memanjat ke atas kursi
Bagamana rasanya kalau harus selalu mengalah?
Lupa.
Mereka tidak tahu lagi.
Kau pun akan melupakannya.
Kadang-kadang orang dewasa bercerita, betapa indahnya ketika mereka masih anak-anak.
Mereka bahkan bermimpi menjadi anak-anak lagi.
Tetapi apa yang mereka mimpikan ketika masih anak-anak?
Tahukah kau?
Aku rasa, mereka bermimpi ingin cepat-cepat dewasa.

Dwini's

being adult is sooooooooo complicated, right? that's why sometimes i dont wanna grow up.
0

PREETY BYOTCH!

baru ngerasain kan karma yang lo dapet? tau kan rasanya jd gue dulu? enak ngga sayang? keliatannya lo nikmatin banget karma lo ini ya, sampe lo terpuruk berantakan gitu.
have fun ya babyyyyyyyyyy balabala, cintaku sayangku. bukannya gue jahat atau bahagia diatas penderitaan oranglain, gue cuma mau lo rasain gimana sakitnya gue dulu. itu hal yang gapernah bisa gue lupain cing sampe sekarang, masih trauma gue gara-gara lo.
jadi gini, world.. duluuuuuuu, duluuuuuuu banget gue sempet ada trouble sama cewe ini, maaf gue ngga bisa ceritain klimaks masalahnya disini, i realize that blog is the universal site, right?
gue juga masih tau diri, ngga kaya ini cewe udah dia yang salah, dia yang nyolot, terus menyebarkan cerita seolah-olah gue yang ngusik kehidupan tai nya dia
heeeeeeeey heeeeeeeey who are you, stranger?
the preetiest? the most coolest? the most popular girl?
NOOOOOOOOOOO! YOU'RE NOTHING.
selalu mem-publish kalo lo cantik, selalu bilang lo populer, tp lo ga lebih dari PECUNDANG nyeeeeet.
at least sekarang gue udah bisa tersenyum lega ngeliat lo kaya gini terserah orang-orang mau bilang apa tentang gue, toh mereka juga ngga pernah tau masalah yang sebenernya gimana, jd apapun yang mereka bilang, ngga akan mempengaruhi hidup gue.

ENJOY YOURS, WHORE!
0

Back to the ground!

Well, setelah sekian lama blog lama gue, gue hapus kangen juga rasanyaaaa nge-blog lagi dan finaaaaaaally akhirnya gue memutuskan untuk buat blog lagi. Kalo dipikir-pikir lumayan juga berjam-jam di depan komputer ngisi blog, kenapaaaaaaa? soalnya lagi bulan puasa cuy, daripada gue keluyuran gajelas terus liat warung makan dan gue buka tengah hari mendingan gue ngeblog ye gaa? hahahahaha intermezzo yang cukup ngga penting, intinya im ready to dig you out.
Back to Top