0

from victim to suspected


hi folks, how are you doing? for several days, i left my blog. i did nothing, just stayed in my room, i have my new life on mac (re: the sims 3, textedit, and iTunes) they  grab my attention successfully hehe. okay, this time i wanna have a lil game. gue akan coba memaparkan permainan ini dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, selamat berimajinasi :)
gue adalah korban. kalo dibilang sakit, sakit memang, bahkan sangat sakit ketika melihat kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan akal sehat gue. lets say, one day gue lagi asik duduk sendiri di sebuah padang rumput yang terhampar sangat luas. belum terlihat adanya kehidupan disana, benar-benar hanya ada gue. disana gue bebas melakukan apapun yang gue mau, termasuk berlari. menurut gue, lari adalah salah satu cara yang tepat untuk mengekspresikan perasaan yang sedang kita rasakan. ketika kita bahagia, kita bisa berlari sambil melempar beberapa senyuman yang kita punya ke setiap orang yang melihat kita, begitu juga dengan menangis ketika kita sedih. setelah beberapa jauh gue berlari, gue melihat seseorang terjatuh, sebut saja A. A melambaikan tangan nya pertanda meminta bantuan gue, gue menghampiri A dan mengulurkan tangan gue untuk membantu A berdiri dengan harapan dia bisa menjadi teman pertama di padang rumput tersebut. dia berhasil berdiri, tetapi tanpa basa-basi dia pergi dan meninggalkan gue dalam keadaan terjatuh karena membantu nya berdiri.
part terburuk buat gue adalah ketika gue harus berusaha berdiri tanpa bantuan oranglain. keharusan yang tidak bisa gue elak, tolak, atau hindari. segala macam cara gue lakukan dalam masa recovery tanpa adanya pemikiran "bagaimana caranya berdiri dan mengejar A yang sudah berlari jauh mendahului gue untuk mamaki nya?" singkatnya, Tuhan membantu gue, masa kritis gue pun dapat gue lewati dengan baik, gue rasa sekarang gue sudah bisa kembali berdiri dan berlari mengejar A untuk memaki nya. tetapi gue kembali berlari dan terus berlari sampai gue tidak melihat adanya kerikil beberapa meter didepan gue and crash!!!! gue terjatuh.. kali ini gue tidak berdiri sendiri, ada seseorang yang menghampiri gue, sebut dia B. B mengulurukan tangannya untuk membantu gue kembali menginjakkan kaki gue di padang rumput tersebut. secara harfiah gue memang tidak mengenali B, mungkin begitu juga B, dia tidak mengenali gue. dengan sigap gue meraih tangannya dan kembali berpijak, gue  terlalu larut kedalam euphoria kebebasan yang gue dambakan persis ketika gue masih bisa berlari sejauh yang gue inginkan. tanpa gue sadari, ternyata B terjatuh karena menolong gue berdiri, tetapi gue sudah berlari sangat jauh dan tidak terlalu menghiraukannya, memang kadang perasaan bersalah menghantui gue. Jahatkah gue? Egoiskah gue? gue rasa jawaban nya iya. Sekarang status gue adalah tersangka, tp disisi lain gue butuh kebebasan, gue ingin merasakan kebahagiaan lagi, gue ingin menghirup udara sebanyak mungkin dan gue ingin terus berlari tanpa harus merasakan rasa takut terjatuh (lagi).
well, If you were me, what should you do then? haruskah kamu merelakan kebebasan mu dengan cara kembali membantu B agar dia bisa kembali berlari dengan resiko kamu terjatuh lagi atau kamu lanjut berlari dan berdoa agar ada seseorang yang dapat menolong B?

0 comments:

Post a Comment

Back to Top